Mengenali bakat dan Minat
Pada
dasarnya setiap pribadi telah dianugerahi potensi semenjak lahir. Salah
satu anugerah tersebut adalah berupa
bakat yang merupakan kesatuan dalam diri kita masing-masing sehingga
keberadaannya merupakan suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Hanya saja
bakat tersebut belum diketahui, dikenali dan bahkan belum tergali. Jika
demikian, maka sangat mungkin bakat yang sudah dianugerahkan
tersebut tidak tumbuh optimal dan tenggelam sehingga anugerah tersebut tidak membawa manfaat apapun.
Jadi, sebelum kita kenali dan
menggali bakat tersebut, terlebih dahulu perlu diketahui apa sih sebenarnya
pengertian dari bakat itu sendiri? Beberapa ahli menjelaskan dengan berbagai defenisinya
masing-masing. Freeman (1963) menjelaskan bakat adalah sifat-sifat yang memberi
petunjuk, yang dengan melalui latihan yang dapat direalisir menjadi
kemampuan-kemampuan yang nyata, terutama dalam bidang–bidang khusus, misalnya
bidang bahasa, seni musik dan teknik. Sedangkan Abdurrahman Saleh dan Muhbib
Abdul Wahab menyebutkan bakat adalah merupakan suatu potensi atau kemampuan
khusus yang bersifat menonjol yang dimiliki seseorang. (Abdurrahman Saleh, Muhbib
Abdul Wahab, 2004:253). Dan Minarti (2013) menjelaskan bakat adalah kemampuan
dasar seseorang untuk belajar dalam tempo yang relatif pendek dibandingkan
orang lain, namun hasilnya justru lebih baik. Sebagai contoh orang yang
berbakat melukis akan lebih cepat melukis dan lebih terlihat bagus dibandingkan
orang yang tidak berbakat melukis.
Dengan penjelasan diatas dapat disimpulkan
bahwa bakat adalah suatu kemampuan berharga yang terdapat pada diri seseorang. Bakat dapat dikembangkan melalui latihan dan ataupun melalui penguatan.
Setelah kita pahami pengertian bakat
maka tentu perlu suatu proses penggalian secara intens agar bakat yang sudah diberikan
dapat kita kenali dan berkembang. Berikut akan disajikan beberapa tips /cara untuk
mengenali bakat.
1. Kenali kecendrungan diri. Kecendrungan seseorang tentu
berbeda dengan kecendrungan orang lain. Hal ini disebabkan oleh perbedaan
potensi yang dimiki oleh masing-masing individu. Mengenali kecendrungan diri diperoleh pada
saat seseorang membayangkan sesuatu hal yang sangat diidamkan. Misalnya
seseorang dengan kegemaran bernyanyi maka ia akan membayangkan jika suatu saat
ia dapat menjadi seorang penyanyi terkenal.
2. Mencoba beberapa jenis kemampuan yang dirasa menonjol. Terdapat
banyak individu yang memiliki beberapa kemampuan yang berbeda. Akan tetapi diantara
kemampuan tersebut ada kemampuan yang paling menonjol. Jika kamu hendak
mengetahui kemampuan manakah yang paling menonjol maka hal yang perlu dilakukan
adalah kamu mesti mencoba beberapa kemampuan yang kamu miliki. Rasakan
kecendrungannya dan ukur tingkat keberhasilannya. Dengan demikian maka kamu
akan mengetahui bakat yang semestinya perlu kamu kembangkan.
3. Menyisihkan waktu antara mengembangkan
bakat dan beristirahat. Kegiatan yang seimbang ini akan membuka ruang berpikir
sehingga kepekaan diri terhadap kemampuan yang sulit dikenali dapat dikenali.
4. Melakukan tes bakat dan minat. Bagi
seseorang yang merasa sulit mengenali bakat dan minatnya dapat mengetahui
bakatnya melalui tes bakat dan minat.
Tes ini akan memberikan gambaran potensi/bakat yang kita miliki.
Sekaligus tes bakat ini juga akan mengambarkan dimana letak
kekurangan/kelemahan sehingga kita hanya berkonsentrasi mengembangkan dasar
kemampuan kita.
5. Dan cara yang paling
efektif untuk mengenali bakat diri kita sendiri adalah dengan memotivasi diri
atas segala kegemaran yang biasanya dilakukan tanpa ada tekanan maupun paksaan
dari siapapun. Karena seseorang yang berbakat biasanya akan terus belajar,
mencari dan mengembangkan diri terhadap hal-hal yang disenanginya.
Selaraskan dengan Minat.
Minat
adalah keinginan besar seseorang terhadap suatu objek/bidang tertentu. Sebagaimana Sumadi Suryabrata menjelaskan bahwa Minat adalah kecenderungan dalam diri individu untuk tertarik pada
sesuatu objek atau menyenangi sesuatu objek (dalam Sarjanaku, 2012). Misalnya, minat
terhadap jenis mata pelajaran tertentu, olahraga, kegemaran/kesukaan terhadap
suatu bidang. Sifat dasar dari minat seseorang berbeda dengan orang lain. Artinya
minat yang dimiliki tidak sama dengan minat orang lain.
Akan tetapi sering
sekali terjadi kekeliruan pengambilan keputusan mengenai minat yang biasanya hanya didasarkan pada
pengaruh teman, tekanan/dorongan dari orang tua dan mode yang sedang digandrungi
oleh banyak orang. Untuk menghindarinya maka sangat disarankan untuk dalam mengembangkan bakat sebaiknya sejalan
dengan minat. Dengan menyelaraskan bakat dengan minat maka kemampuan
tersebut akan berkembang penuh dan optimal sehingga
keberhasilan dapat diraih.
Jika sebaliknya yang terjadi maka seseorang akan mengalami dilema berkepanjangan seperti kesulitan mempelajarinya ataupun lama dalam menguasai bidang minat tersebut. Dan lebih buruknya bisa saja mengalami
kondisi putus di tengah jalan. Untuk itu penting sekali teliti memilih minat dengan tahapan mengenali, memahami dan menggali terlebih dahulu bakat lalu
kemudian dilanjutkan dengan mulai menggeluti bidang minat yang sejalan agar menghasilkan sesuatu hal yang besar nantinya.
Dan terakhir semua itu dapat terealisasi bila disikapi dengan kerja keras, konsisten, percaya diri, berkomitmen kuat dan terus belajar serta diiringi doa.
Nah selamat
mencoba.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar