Minggu, 16 Desember 2018

tetesan ilmu



Mengenali bakat dan Minat
         Pada dasarnya setiap pribadi telah dianugerahi potensi semenjak lahir. Salah satu anugerah tersebut adalah berupa bakat yang merupakan kesatuan dalam diri kita masing-masing sehingga keberadaannya merupakan suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Hanya saja bakat tersebut belum diketahui, dikenali dan bahkan belum tergali. Jika demikian, maka sangat mungkin bakat yang sudah dianugerahkan tersebut tidak tumbuh optimal dan tenggelam sehingga anugerah tersebut tidak membawa manfaat apapun.
Jadi, sebelum kita kenali dan menggali bakat tersebut, terlebih dahulu perlu diketahui apa sih sebenarnya pengertian dari bakat itu sendiri? Beberapa ahli menjelaskan dengan berbagai defenisinya masing-masing. Freeman (1963) menjelaskan bakat adalah sifat-sifat yang memberi petunjuk, yang dengan melalui latihan yang dapat direalisir menjadi kemampuan-kemampuan yang nyata, terutama dalam bidang–bidang khusus, misalnya bidang bahasa, seni musik dan teknik. Sedangkan Abdurrahman Saleh dan Muhbib Abdul Wahab menyebutkan bakat adalah merupakan suatu potensi atau kemampuan khusus yang bersifat menonjol yang dimiliki seseorang. (Abdurrahman Saleh, Muhbib Abdul Wahab, 2004:253). Dan Minarti (2013) menjelaskan bakat adalah kemampuan dasar seseorang untuk belajar dalam tempo yang relatif pendek dibandingkan orang lain, namun hasilnya justru lebih baik. Sebagai contoh orang yang berbakat melukis akan lebih cepat melukis dan lebih terlihat bagus dibandingkan orang yang tidak berbakat melukis.
Dengan penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa bakat adalah suatu kemampuan berharga yang terdapat pada diri seseorang. Bakat dapat dikembangkan melalui latihan dan ataupun melalui penguatan.
Setelah kita pahami pengertian bakat maka tentu perlu suatu proses penggalian secara intens agar bakat yang sudah diberikan dapat kita kenali dan berkembang. Berikut akan disajikan beberapa tips /cara untuk mengenali bakat.
1.    Kenali kecendrungan diri. Kecendrungan seseorang tentu berbeda dengan kecendrungan orang lain. Hal ini disebabkan oleh perbedaan potensi yang dimiki oleh masing-masing individu.  Mengenali kecendrungan diri diperoleh pada saat seseorang membayangkan sesuatu hal yang sangat diidamkan. Misalnya seseorang dengan kegemaran bernyanyi maka ia akan membayangkan jika suatu saat ia dapat menjadi seorang penyanyi terkenal.
2.     Mencoba beberapa jenis kemampuan yang dirasa menonjol. Terdapat banyak individu yang memiliki beberapa kemampuan yang berbeda. Akan tetapi diantara kemampuan tersebut ada kemampuan yang paling menonjol. Jika kamu hendak mengetahui kemampuan manakah yang paling menonjol maka hal yang perlu dilakukan adalah kamu mesti mencoba beberapa kemampuan yang kamu miliki. Rasakan kecendrungannya dan ukur tingkat keberhasilannya. Dengan demikian maka kamu akan mengetahui bakat yang semestinya perlu kamu kembangkan.
3.  Menyisihkan waktu antara mengembangkan bakat dan beristirahat. Kegiatan yang seimbang ini akan membuka ruang berpikir sehingga kepekaan diri terhadap kemampuan yang sulit dikenali dapat dikenali. 
4.     Melakukan tes bakat dan minat. Bagi seseorang yang merasa sulit mengenali bakat dan minatnya dapat mengetahui bakatnya melalui tes bakat dan minat.  Tes ini akan memberikan gambaran potensi/bakat yang kita miliki. Sekaligus tes bakat ini juga akan mengambarkan dimana letak kekurangan/kelemahan sehingga kita hanya berkonsentrasi mengembangkan dasar kemampuan kita.
5.   Dan cara yang paling efektif untuk mengenali bakat diri kita sendiri adalah dengan memotivasi diri atas segala kegemaran yang biasanya dilakukan tanpa ada tekanan maupun paksaan dari siapapun. Karena seseorang yang berbakat biasanya akan terus belajar, mencari dan mengembangkan diri terhadap hal-hal yang disenanginya.
     Selaraskan dengan Minat.
          Minat adalah keinginan besar seseorang terhadap suatu objek/bidang tertentu. Sebagaimana Sumadi Suryabrata menjelaskan bahwa Minat adalah kecenderungan dalam diri individu untuk tertarik pada sesuatu objek atau menyenangi sesuatu objek (dalam Sarjanaku, 2012). Misalnya, minat terhadap jenis mata pelajaran tertentu, olahraga, kegemaran/kesukaan terhadap suatu bidang. Sifat dasar dari minat seseorang berbeda dengan orang lain. Artinya minat yang dimiliki tidak sama dengan minat orang lain. 
         Akan tetapi sering sekali terjadi kekeliruan pengambilan keputusan mengenai minat yang biasanya hanya didasarkan pada pengaruh teman, tekanan/dorongan dari orang tua dan mode yang sedang digandrungi oleh banyak orang. Untuk menghindarinya maka sangat disarankan untuk dalam mengembangkan bakat sebaiknya sejalan dengan minat. Dengan menyelaraskan bakat dengan minat maka kemampuan tersebut akan berkembang penuh dan optimal sehingga keberhasilan dapat diraih.
Jika sebaliknya yang terjadi maka seseorang akan mengalami dilema berkepanjangan seperti kesulitan mempelajarinya ataupun lama dalam menguasai bidang minat tersebut. Dan lebih buruknya bisa saja mengalami kondisi putus di tengah jalan. Untuk itu penting sekali teliti memilih minat dengan tahapan mengenali, memahami dan menggali terlebih dahulu bakat lalu kemudian dilanjutkan dengan mulai menggeluti bidang minat yang sejalan agar  menghasilkan sesuatu hal yang besar nantinya. 
Dan terakhir semua itu dapat terealisasi bila disikapi dengan kerja keras, konsisten, percaya diri, berkomitmen kuat dan terus belajar serta diiringi doa.
Nah selamat mencoba.








Tidak ada komentar:

Posting Komentar